Halaman

Kamis, 22 Maret 2018

My diary



            “Hari berganti, Bulan berganti, Tahun pun berganti. Tahun baru dan tentunya selalu disertai harapan yang baru dengan semangat yang baru. Jangan pernah menyesali masa lalu, tak perlu mengkhawatirkan masa depan karena selalu akan ada harapan dan kesempatan yang lebih baik untuk awal yang baru. Apalah makna tahun baru jika tidak disertai semangat dan optimisme baru. Hadapi tahun ini dengan senyuman dan mengucap syukur kepada Tuhan yang Maha Esa. “Tahun baru bagaikan membuka lembaran baru yang berupa kertas kosong, kertas yang akan kita tuliskan berbagai kata dan makna kehidupan di tahun yang akan datang. Tahun baru bukanlah ajang untuk berpesta pora, karena yang terpenting adalah mengoreksi dan evaluasi kesalahan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun mendatang. “Hidup adalah kesempatan yang harus di ambil, jalan yang harus dilalui, dan teka-teki yang harus dipecahkan. Selamat memulai tantangan baru,  hidup juga adalah seni dalam menggambar dan tanpa penghapus. Jadikanlah masa lalu kita sebagai kenangan yak tak boleh dilupakan dan juga sebagai pembelajaran, “Jangan pernah menyerah dan temukanlah ribuan alasan untuk tetap berjuang menyambut awal yang baru, dan jangan lupa untuk menjadikan hidupmu lebih bermakna dan bermanfaat di tahun ini. Selamat Tahun Baru 2018.”
            Saya dan keluarga bergereja di Gereja Toraja. Kegitan dari Gereja Toraja adalah disetiap malam natal, dan kunci tahun pasti setiap keluarga dari jemaat tersebut, diberikan liturgi untuk berkumpul bersama untuk beribadah pada malam harinya. Pada saat malam tahun baru telah tiba saya dan keluarga berkumpul bersama untuk beribadah bersama, Karena sebentar lagi kita akan menutup tahun ini. Setelah kami beribadah,masing – masing dari kami berdoa dalam hati. Setelah itu saya dan sepupu membantu Mama untuk memotong bahan untuk membuat masakan ataupun es buah untuk besok Tahun Baru. Saya memotong buah nangka didekat pintu, Karena saya ingin melihat meriahnya kembang api diluar. Setelah itu kami membuat kue bolu, dan waktu memanggang kue bolu lama, kami juga sambil bercerita, dan bercanda ria agar kami tidak mengantuk. Waktu itu kami merasa sangat konyol, karena kami juga memtar music dengan volume yang keras.
Senin, 1 Januari 2018
            Tak terasa waktu begitu cepat,  jam12.00 WITA pun tiba. Itu artinya hari ini telah berganti tahun menjadi 2018. Setelah melewati segala hal, masalah, kebahagian, dan semua-muanya, di tahun 2017. Kini tahun 2017 telah berganti menjadi tahun 2018. Saat itu saya berdoa didalam kamar, menaikkan segala syukur atas penyertaan Tuhan dalam hidup saya ini, dan Tuhan tuntun saya sepanjang 1 tahun ini.
            Pagi pun tiba saya dan keluarga mulai bergegas untuk bersiap-siap kegereja ibadah tahun baru bersama. Selesai ibadah bersama, saya dan keluarga memakan bekal yang telah dibuat. Setelah sampai dirumah kami menyiapkan kue, Karena anak-anak kecil datang untuk bertahun baru. Kemudian siang saya tidur siang-sore, sore saya bangun langsung mandi. Malamnya saya bersama keluarga jalan-jalan dan makan. Setelah pulang saya merasa lelah dan akhirnya saya masuk didalam kamar saya, untuk tidur.

jumlah kata = 464 kata.



Kamis, 08 Maret 2018

Logo

Saya membuat logo seperti ini karena:
1. Backgraoundnya berwarna hitam melambangkan kita adalah manusia yang penuh dengan natur untuk berdosa.
2. Saya memberikan sebuah lampu dan cahaya, agar kita menjadi manusia yang mempunyai terang dan menyebarkan terang disekeliling kita yang penuh dengan kegelapan atau dosa. Karena walaupun satu lampu itu akan menerangi. Itu seperti kita, jika kita memberikan terang kesekeliling kita itu sangat berdampak besar bagi orang disekeliling kita.
3. Saya menggunakan huruf yang kapital dan tegak, karena itu melambangkan. Bahwa Tuhan ingin mengingatkan kita secara tegas, agar kita memberikan terang disekeliling kita.